BAB 7

BAB 7: Kejar-kejaran di Atas Kasur Air

BEKU DI ISLANDIA, BONYOK DI MARKAS MAFIA

BAB 7: Kejar-kejaran di Atas Kasur Air

πŸ—“ 24 Dec 2025 πŸ‘ 491 Views
πŸ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses

BAB 7: Kejar-kejaran di Atas Kasur Air

"KABURRRR!" teriak gue sambil melempar nampan ke muka Sigurd.

Gue lari sekencang-kencangnya, melewati kerumunan orang kaya yang langsung kaget pas liat ada pelayan dikejar-kejar mafia bersenjata. Omen dan Dika yang liat gue lari, langsung ikut lari juga.

"Vin! Ke mana kita?!" teriak Dika.

"Ke arah dapur! Biasanya banyak pintu rahasia!"

Kita masuk ke dapur raksasa. Para koki di sana kaget liat kita bertiga lari sambil loncat-loncat di atas meja persiapan makanan. Gue sempat terpeleset tumpukan tepung terigu, bikin gue kelihatan kayak donat raksasa yang belum digoreng.

"Berhenti, kalian!" teriak anak buah Sigurd yang mulai melepaskan tembakan. DOR! DOR!

"Waduh! Mereka main kasar, Men!" teriak gue sambil tiarap di bawah meja.

"Gunakan tepungnya, Vin! Teori ledakan debu!" seru Omen. Dia menendang karung-karung tepung ke arah kipas angin raksasa di dapur.

Seketika, seluruh ruangan dapur penuh dengan kabut putih tepung yang tebal. Para mafia itu jadi buta mendadak. Kita memanfaatkan momen itu untuk kabur lewat pintu belakang yang tembus ke area Gym dan Spa.

Di sana, ada kolam renang indoor dengan kasur-kasur air yang mengapung di atasnya untuk relaksasi. Tanpa pikir panjang, karena jalan buntu, gue loncat ke atas salah satu kasur air.

"Hap!"

Gue berhasil mendarat. Tapi saking kencangnya loncatan gue, kasur itu meluncur ke tengah kolam. Omen dan Dika menyusul, tapi mereka mendarat di ujung kasur, bikin kasur itu oleng kayak kapal diterjang tsunami.

"Keseimbangan, Men! Keseimbangan!" teriak gue sambil merentangkan tangan kayak penari balet gagal.

Para mafia muncul di pinggir kolam. Mereka nggak bisa nembak sembarangan karena di situ banyak tamu VIP yang lagi maskeran pake lumpur laut mati.

"Mau lari ke mana lagi kalian, Tikus Kecil?" ejek Sigurd yang mukanya sekarang udah penuh tepung, mirip banget sama mendoan setengah matang.

"Ke mana aja asal nggak ketemu muka lu lagi, Om!" balas gue berani-beranin.

Tiba-tiba, Dika yang daritadi diam, melihat sebuah tuas besar di samping kolam yang bertuliskan: TSUNAMI WAVE SIMULATOR - LEVEL: EXTREME.

"Eh, ini tombol apa ya? Warnanya merah, lucu kayak hidung badut," kata Dika polos sambil menekan tombol itu.

"DIKA! JANGANβ€”!"

Terlambat. Suara mesin raksasa menderu dari bawah kolam. Sedetik kemudian, ombak setinggi tiga meter muncul dari ujung kolam, menyapu apa pun yang ada di depannya, termasuk para mafia, tamu-tamu kaya, dan... kita bertiga yang masih di atas kasur air.

"GUBRAAAAAAAKKKK!"

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G