BAB 23

Bab 23 : Hadiah Haram dan Tamu Tak Diundang

CATATAN SI JIN-WOO: PENDEKAR JALUR BELAKANG

Bab 23 : Hadiah Haram dan Tamu Tak Diundang

๐Ÿ—“ 19 Jul 2025 ๐Ÿ‘ 732 Views
๐Ÿ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses

Bab 23 : Hadiah Haram dan Tamu Tak Diundang

Kodok Emas melongo. Mahkota tutup botolnya miring.

"Mustahil... Kalian mengalahkan rekor 'Kodok Berjari Kilat' tahun 1980..."

"Janji adalah janji, Dok," tagih gue sambil ngos-ngosan. "Bebasin kami, balikin Peta, dan siniin Kitab Kucing Jilid Dua itu."

Kodok Emas menghela napas (bunyinya kayak ban kempes). "Baiklah. Klan Kodok menjunjung tinggi sportivitas."

Dia menjentikkan jari. Sebuah kotak kayu melayang ke arah gue. Isinya Kitab 'Kucing Mengejar Ekor Sendiri'. Gue langsung sambar dengan mata berbinar. Akhirnya! Gue bisa upgrade dari Kucing Mabuk jadi Kucing Gila!

"Dan ini," Kodok Emas melempar Pedang Baja Biru (yang di dalemnya ada Peta Iblis) ke Ryong. Ryong menangkapnya dengan sigap.

"Sekarang pergilah," kata Kodok Emas. "Lewat jalan belakang di balik air terjun itu. Tembusannya langsung ke..."

DUMMM!!!

Belum sempet si Kodok ngomong kelar, langit-langit gua runtuh. Bongkahan batu segede rumah jatoh ke danau, bikin tsunami mini.

Debu ngebul di mana-mana.

Dari lubang di langit-langit, turunlah tali-tali tambang.

Dan meluncurlah puluhan sosok berbaju hitam dengan topeng tengkorak.

Sekte Iblis. Mereka ngebor tanah! Niat banget gila!

"Ketemu kalian..."

Suara serak Tetua Iblis Racun terdengar lagi. Dia turun pelan-pelan pake ilmu meringankan tubuh, mendarat di atas patung jamur. Jubahnya berkibar, menebarkan bau bangkai.

"Kalian pikir bisa lari dari Hidung Iblis Pencari Jejak?" kekehnya. "Serahkan Peta itu, dan mungkin... MUNGKIN... aku akan membiarkan kalian mati dengan cepat tanpa disiksa."

Ryong langsung cabut pedang. Cahaya biru berpendar. Wibawanya balik lagi 100% (walau kancing bajunya ilang satu).

"Jin-woo, bawa Ye-in dan Tetua Wi pergi. Aku akan menahan mereka."

"Sok pahlawan lagi lo!" protes gue. "Liat tuh, musuhnya ada lima puluh! Lo mau jadi daging cincang?"

"Lalu kau mau apa?! Kita terpojok!"

Tiba-tiba, Kodok Emas maju. Dia kelihatan bad mood banget.

"HEI MANUSIA BURUK RUPA!" teriak Kodok Emas ke Tetua Iblis. "Kalian masuk tanpa ngetuk pintu, ngerusak atap rumah gue, dan ngotorin kolam gue pake sepatu butut kalian?!"

Tetua Iblis Racun nengok, ngeremehin. "Minggir, Binatang. Atau kujadikan sup kodok."

Kesalahan fatal.

Mata Kodok Emas menyala merah.

"PASUKAN KODOK! MODE TEMPUR!"

"KROOOOK!!!"

Sepuluh Kodok Raksasa yang tadi kelihatan lucu dan chubby, tiba-tiba ototnya mengembang kayak Hulk. Rompi mereka robek. Lidah mereka menjulur panjang kayak cambuk berduri.

SLAP! SLAP!

Dua murid Sekte Iblis langsung kena libas lidah kodok, terlempar nempel ke dinding gua kayak stiker.

"Wuidih! Kodok Ninja!" gue takjub.

"LARI SEKARANG, GOBLOK!" teriak Kodok Emas sambil nangkis pedang musuh pake perutnya yang kenyal (pedangnya mental, Bro!).

Gue langsung sadar. "Ayo! Mumpung lagi rusuh!"

Gue tarik tangan Ryong yang masih bengong liat kodok berantem. Tetua Wi udah gendong Ye-in (curang, harusnya gue yang gendong) dan lari duluan ke arah air terjun.

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G