BAB 36

Bab 36 : Goyang Karawang di Lantai Disko

CATATAN SI JIN-WOO: PENDEKAR JALUR BELAKANG

Bab 36 : Goyang Karawang di Lantai Disko

๐Ÿ—“ 14 Aug 2025 ๐Ÿ‘ 716 Views
๐Ÿ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses

Bab 36 : Goyang Karawang di Lantai Disko

Lantai aula berubah lagi. Kotak-kotak podium ilang, diganti jadi lantai datar yang luas dengan ubin warna-warni yang bisa nyala.

Ya, bener tebakan lo. Ini lantai dansa.

"Di jaman gue, beladiri itu ada ritmenya!" seru Cheon Ma sambil nge-DJ di atas singgasana (meja DJ muncul entah dari mana). "Kalian harus bergerak ngikutin pola lampu di lantai. Kalau injek lampu merah, meledak. Kalau injek lampu hijau, aman. Gampang kan?"

Musik Jedag Jedug Murim Remix mulai diputer. Beat-nya kenceng banget.

"Mulai!"

Lantai mulai nyala acak.

Hijau di kiri! Merah di kanan!

Gue, Ryong, Ye-in, Tetua Wi, Mei Li, dan sisa pasukan Iblis (termasuk Tetua Racun yang masih idup karena jago manjat) mulai loncat-loncat kayak kodok sawah.

"Kiri! Kanan! Puter!" teriak Cheon Ma.

Namgung Ryong, yang dasarnya dididik dengan gerakan kaku dan disiplin, kelihatan kayak robot rusak. Dia patah-patah banget.

"Ini... gerakan... apa... ini... tidak... elegan!" keluhnya sambil loncat kaku.

Sementara itu, Tetua Iblis Racun ternyata lincah juga. Dia pake tongkatnya buat pole dance menghindari lampu merah. "Hyehyehye! Aku dulu juara tari perut di sekte!"

Gue?

Gue pake jurus andalan: Kucing Mabuk.

Gerakan sempoyongan gue ternyata sinkron banget sama beat lagu yang chaos. Gue guling ke kiri, guling ke kanan, kepeleset tapi pas banget di ubin ijo.

"Asik Bang! Tarik Sis! Semongko!" teriak gue menikmati suasana.

Lama-lama temponya makin cepet. BPM (Beat Per Minute) naik drastis.

Banyak anak buah Iblis yang salah langkah. DUAR! DUAR! Mereka kena ledakan ranjau lantai, mental ke dinding.

Tinggal kami berenam (Gue, Ryong, Ye-in, Tetua Wi, Mei Li, Tetua Iblis).

"Babak Bonus!" teriak Cheon Ma. "Freestyle Battle! Tunjukkan gerakan terbaik kalian buat nyerang lawan sambil ngikutin beat!"

Tetua Iblis langsung nyerang gue. "Mati kau Bocah Joget!"

Dia nyabetin tongkatnya sesuai irama. TAK-TAK-DUNG!

Gue ngehindar pake gaya breakdance. Gue muter di lantai (headspin), kaki gue nendang tongkat dia.

"Eits! Nggak kena! Puter lagi mang!"

Di sisi lain, Ryong dikepung ubin merah. Dia panik.

"Jin-woo! Bantu aku! Aku tidak bisa moonwalk!"

"Lemaskan pinggangmu, Ryong!" teriak gue sambil salto. "Lupakan harga diri! Anggap aja lo lagi kesurupan!"

Ryong merem. Dia ngebuang napas panjang.

Dan dia... mulai ngebor.

Iya, Tuan Muda Namgung Ryong goyang ngebor. Pinggulnya digerakin liar.

"Demi leluhur Namgung... maafkan aku..." batinnya nangis, tapi badannya luwes banget menghindari serangan ubin merah.

Cheon Ma di atas sana tepuk tangan sambil ketawa ngakak. "GILA! INI BARU HIBURAN! AKU SUKA GENERASI INI!"

Tapi saking asiknya gue pamer breakdance, gue nggak liat ada satu ubin yang warnanya beda. Bukan merah, bukan ijo. Tapi Ungu.

Gue mendarat tepat di ubin ungu itu pas ending pose.

TET-TOOOOOT!

Musik berhenti mendadak.

Lampu mati semua. Hening.

Cheon Ma berhenti ketawa. Mukanya jadi serius (dan agak panik).

"Waduh," katanya pelan.

"Kenapa, Kek? Gue menang kan? Itu ubin spesial kan?" tanya gue pede.

"Itu... tombol 'Lepaskan Peliharaan'," jawab Cheon Ma. "Gue lupa non-aktifin fitur itu. Sorry ya."

Tanah di tengah ruangan mulai retak.

Dari dalem retakan, muncul cakar raksasa. Hawa membunuh yang beneran (bukan main-main) keluar.

Seekor Naga Tulang (Zombie Dragon) merangkak keluar. Matanya biru menyala. Napasnya bau belerang.

"Oke, Game Show selesai!" seru Cheon Ma sambil hologramnya mulai pudar. "Sekarang masuk sesi Extra Round: Lari Atau Mati. Semoga beruntung, Guys! Bye!"

Hologram Cheon Ma ilang.

Tinggal kami berenam. Dan satu Naga Tulang laper.

Tetua Iblis Racun natap gue.

Ryong natap gue.

Semua natap gue.

"Jin-woo..." desis Ryong. "Kau dan kakimu yang gatal itu..."

"Guk?" gue nyoba nyairin suasana (gagal total).

"ROAAAARRRR!!!" Naga Tulang itu meraung, siap menyemburkan api biru.

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G