BAB 43

Bab 43 : Aliansi Krispi Dua Naga

CATATAN SI JIN-WOO: PENDEKAR JALUR BELAKANG

Bab 43 : Aliansi Krispi Dua Naga

๐Ÿ—“ 28 Aug 2025 ๐Ÿ‘ 732 Views
๐Ÿ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses

Bab 43 : Aliansi Krispi Dua Naga

Pagi itu di kediaman Namgung, suasana sarapan terasa surealis. Di meja makan panjang, duduklah dua pemimpin besar wilayah Selatan: Namgung Jin (Keluarga Namgung) dan Moyong Ba (Keluarga Moyong).

Mereka yang kemarin sore siap saling bunuh, sekarang duduk sebelahan sambil tukeran lauk.

"Ini, Saudara Moyong, cobalah acar lobak buatan koki kami. Renyahnya pas buat ngilangin emosi," tawar Namgung Jin ramah.

"Ah, terima kasih Saudara Namgung. Kau harus coba dendeng ragi dari duniaku, rasanya menendang lidah," balas Moyong Ba.

Gue, Han Jin-woo, duduk di ujung meja layaknya CEO muda yang baru sukses IPO. Di sebelah gue, Namgung Ryong makan bubur dengan wajah kosong, jiwanya masih terguncang liat perubahan drastis bapaknya.

"Om Jin, Om Ba," panggil gue sambil ngelap mulut pake tisu sutra. "Perdamaian itu indah, tapi perdamaian butuh modal. Kita nggak bisa cuma duduk-duduk manis sambil makan acar."

Kedua bapak-bapak itu nengok ke gue.

"Apa rencanamu, Tuan Muda Han?" tanya Moyong Ba hormat (efek buku panduan Playboy masih nempel).

"Saya liat potensi pasar di Selatan ini besar. Tapi kalian terlalu fokus jualan senjata dan obat kuat. Bosen," gue berdiri, jalan mondar-mandir sok iye. "Kita butuh inovasi. Sesuatu yang disukai semua orang. Dari raja sampai pengemis."

"Apa itu?" tanya Namgung Jin penasaran. "Jurus baru?"

"Bukan. Tapi... Ayam Goreng Tepung."

Hening.

"Ayam... digoreng pake tepung?" Ryong akhirnya buka suara. "Itu makanan rakyat jelata, Jin-woo. Tidak elit."

"Itu karena mereka nggak tau tekniknya!" Gue gebrak meja. "Dengerin visi gue! Ayam yang dimarinasi bumbu rahasia (MSG), dibalut tepung racikan khusus, terus digoreng pake teknik Deep Fry di minyak panas. Kulitnya krispi kriuk-kriuk, dagingnya juicy."

Gue natap dua pemimpin itu.

"Bayangkan. Para pendekar lelah abis duel, butuh asupan kalori cepet. Kita sediain ayam ini. Namanya: 'Ayam Geprek Iblis Langit'. Tagline-nya: Pedasnya Nampar Kayak Mantan."

Moyong Ba elus-elus jenggotnya. "Hmm... Ayam Geprek... Terdengar brutal dan maskulin. Aku suka."

Namgung Jin ngangguk setuju. "Keluarga Namgung punya pasokan minyak terbaik. Keluarga Moyong punya rempah-rempah dari pelabuhan. Kalau kita gabungkan..."

"Kita bakal jadi Raja Kuliner Murim!" simpul gue. "Gue yang modalin pake Kartu Emas. Ryong jadi Manajer Operasional. Ye-in jadi Brand Ambassador. Tetua Wi jadi Quality Control."

"Tunggu, kenapa aku jadi Manajer Operasional?!" protes Ryong.

"Karena lo punya Jurus Pedang Kilat, Ryong," gue nyengir. "Lo bisa motong ayam jadi 8 bagian dalam 0,5 detik. Efisien."

Ryong nunduk, nahan nangis. "Leluhur Namgung... maafkan cucumu yang jadi tukang potong ayam."

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G