Konten Premium
Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.
Masuk untuk Membeli AksesBAB 14: TELEPON YANG MERAMAL MASA DEPAN
Ponsel cerdas di kota ini tidak hanya bisa browsing atau main game. Mereka memiliki fitur yang jauh lebih mengganggu: Mereka bisa meramalkan masa depan yang sangat dekat, sekitar 5 sampai 10 menit ke depan, terutama tentang hal-hal kecil yang akan membuat penggunanya kesal.
Andi sedang bersiap untuk kencan pertama dengan Rina. Dia sudah rapi dengan kemeja barunya. Tepat saat dia mau keluar pintu, ponselnya berdering keras, menampilkan notifikasi pop-up besar di layar kunci.
NOTIFIKASI RAMALAN 5-MENIT:
06:17 PM: Anda akan menemukan bahwa kaus kaki Anda bolong di tumit kiri.
06:19 PM: Anda akan menyadari Anda lupa membawa dompet.
06:21 PM: Anda akan menginjak muntahan kucing tetangga di teras rumah.
Andi menggerutu. "Lagi-lagi!"
Dia segera membuka sepatu dan memeriksa kaus kaki kirinya. Benar saja, ada bolong kecil persis di tumit. Dia buru-buru mengganti kaus kaki. Dia memeriksa saku celananya. "Dompet? Oh iya!" Dompetnya tertinggal di atas meja.
Dia sudah siap menghadapi takdir ketiganya. Dia membuka pintu, berjalan dengan hati-hati ke teras, memandang ke bawah... dan benar. Sebuah gumpalan kecil muntahan kucing (entah kenapa warnanya ungu) teronggok tepat di jalannya. Dia melangkahinya dengan presisi seorang penari balet.
"Nah, kena kau, takdir sial!" kata Andi penuh kemenangan. Dia berhasil menghindari semua ramalan buruknya.
Dia masuk ke mobil dan menekan tombol start. Ponselnya berdering lagi.
NOTIFIKASI RAMALAN 10-MENIT:
06:35 PM: Anda akan menyadari bahwa kemeja yang Anda pakai terbalik.
Andi melihat kemejanya. Tidak. Kerahnya bagus. Kancingnya lurus. Dia sudah mengeceknya tiga kali. Dia mengabaikan notifikasi itu, menghidupkan mobil, dan melaju. Tepat di lampu merah pertama, dia merasa ada yang aneh di punggungnya. Dia merogoh ke belakang lehernya.
Ternyata, label harga kemeja ituβyang terbuat dari plastik tebal dan berbunyi 'PRIZE Rp 450.000'- MASIH menempel di bagian luar punggungnya.
Andi memukul setir. Ponselnya benar. Kemejanya terbalik dalam konteks presentasi sosial. Dia harus memutar balik mobilnya ke rumah untuk melepas label itu. Notifikasi ramalan itu bukan tentang fakta fisik, tapi tentang kecacatan sosial yang memalukan. Dan itu jauh lebih menyebalkan.