BAB 19

BAB 19: CERMIN DUNIA PARALEL

Rutinitas Yang Mustahil

BAB 19: CERMIN DUNIA PARALEL

πŸ—“ 27 Dec 2025 πŸ‘ 1,044 Views
πŸ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses
BAB 19: CERMIN DUNIA PARALEL

Cermin di kamar mandi Rini rusak. Bukan pecah, tapi glitch. Alih-alih memantulkan bayangan Rini yang sekarang (yang sedang memakai kaos oblong kusam dan rambut acak-acakan bangun tidur), cermin itu memantulkan Rini dari Dimensi B.

Rini Dimensi B adalah seorang CEO sukses yang selalu tampil prima dengan blazer mahal dan rambut tertata rapi.

Rini (Dimensi A/Kita) sedang menyikat gigi dengan mata setengah terpejam. Dia meludah ke wastafel, lalu menatap cermin.

Rini (Dimensi B) di dalam cermin menatap balik dengan tatapan jijik. Dia sedang memegang gelas wine mahal, padahal ini baru jam 6 pagi.

"Ya ampun," kata Rini B dari dalam cermin. "Kamu masih pakai sikat gigi itu? Bulunya sudah mekar kayak sapu ijuk begitu. Di dimensiku, sikat gigi ini sudah ilegal karena melanggar estetika kemiskinan."

Rini A memutar bola matanya. "Bisa diam nggak? Aku lagi buru-buru mau kerja. Jangan pamer kekayaan pagi-pagi."

"Kerja?" Rini B tertawa elegan. "Maksudmu, pekerjaan admin rendahanmu itu? Di sini, kita baru saja mengakuisisi perusahaan teknologi. Aku mau terbang ke Paris nanti siang buat brunch. Kamu makan apa nanti siang? Warteg lagi?"

"Warteg itu enak, tahu!" Rini A membela diri. "Ada kerang pedasnya."

"Menyedihkan," desis Rini B. Dia merapikan blazernya. "Coba deh, geser sedikit ke kiri. Kamu menghalangi pemandanganku ke lukisan Picasso di dinding belakangkuβ€”oh maaf, di duniamu itu cuma kalender toko bangunan ya?"

Rini A yang kesal mengambil handuk basah dan menyampirkannya menutupi cermin.
"Hei! Gelap! Ini pelecehan terhadap orang sukses!" teriak suara Rini B dari balik handuk.

"Bodo amat," gumam Rini A. Dia keluar kamar mandi merasa sedikit lebih baik. Membungkam kesuksesan orang lain (meskipun itu diri sendiri versi lain) ternyata cukup memuaskan.

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G