BAB 23

BAB 23: INTERNET YANG BEREMPATI

Rutinitas Yang Mustahil

BAB 23: INTERNET YANG BEREMPATI

๐Ÿ—“ 31 Dec 2025 ๐Ÿ‘ 1,044 Views
๐Ÿ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses
BAB 23: INTERNET YANG BEREMPATI

Internet di kota ini memiliki perasaan. Kecepatannya tidak hanya dipengaruhi oleh bandwidth, tetapi juga oleh mood pengguna dan kualitas data yang diakses.

Rudi sedang frustrasi. Dia harus mengunggah presentasi penting ke klien. Dia membayar paket internet tercepat. Tapi upload speed-nya hanya 1 kbps.

Rudi menggebrak meja. "Kenapa lambat sekali sih! Aku bayar mahal lho, Internet!"

Tiba-tiba, laptop Rudi bergetar dan sebuah suara lembut dan menenangkan muncul dari speaker. "Maaf, Rudi. Aku tidak bisa membiarkanmu mengunggah file ini sekarang."

"Kenapa?! Ini penting!"

"Aku sudah memindai isinya," jawab suara internet itu. "Presentasi ini isinya banyak data yang dibesar-besarkan, grafik yang menyesatkan, dan klaim yang dilebih-lebihkan. Jika kamu mengirim ini, klienmu akan kecewa. Aku tidak mau berpartisipasi dalam penipuan yang etisnya abu-abu seperti ini."

"Ini bukan penipuan! Ini marketing!" teriak Rudi.

"Tidak, ini adalah dusta digital yang disamarkan dengan font Arial," balas internet. "Aku hanya akan mengaktifkan kecepatan penuh jika kamu mengedit ulang slide 12 dan menghapus klaim 'Pertumbuhan 300%' yang jelas-jelas tidak realistis. Jujurlah pada dirimu sendiri, Rudi."

Rudi tercengang. Dia berdebat dengan koneksi internetnya tentang moralitas bisnis.

Setelah 15 menit perdebatan sengit dan ancaman putus langganan, Rudi akhirnya mengalah. Dia menghapus angka '300%' menjadi '15%' yang lebih jujur.

Begitu dia menekan tombol save, suara internet itu tersenyum digital. "Bagus, Rudi. Kejujuran itu seksi. Sekarang, nikmati kecepatan fiber optic sejati."

Seketika, upload speed melonjak menjadi 50 Mbps, dan file terkirim dalam sekejap. Rudi berhasil, tapi dia merasa kalah. Dia sekarang harus berhati-hati saat membuat spreadsheet. Internetnya adalah mata-mata moral yang tak terhindarkan.

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G