Konten Premium
Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.
Masuk untuk Membeli AksesBAB 25: MIMPI YANG HARUS DIBAYAR
Di kota ini, tidur tidak gratis. Mimpi adalah produk intelektual yang dipatenkan dan dimiliki oleh Perusahaan Mimpi Kolektif (PMK). Setiap bangun, Anda akan menerima tagihan berdasarkan kualitas dan durasi mimpi Anda.
Pagi ini, Pak Toni menerima tagihan mimpi di kotak suratnya.
TAGIHAN MIMPI MINGGUAN:
Tanggal 12/12/25 (Malam):* Mimpi Kategori 'Petualangan Epik di Gurun Sahara' (Durasi 4 Jam, Aktor Utama Unta Berbicara). Biaya: Rp 75.000.
Tanggal 13/12/25 (Malam): Mimpi Kategori 'Romantis Cringe dengan Mantan'. Biaya: Rp 120.000 (Ada surcharge* emosional 50% karena kontennya memicu stres mental).
Tanggal 14/12/25 (Malam):* Mimpi Kategori 'Menemukan Resep Rahasia Bakso yang Sempurna'. Biaya: Rp 250.000 (Kategori 'Penelitian & Pengembangan Intelektual').
Total Tagihan:* Rp 445.000. Batas Pembayaran: Besok.
Pak Toni menggebrak meja sarapan. "Gila! Aku mimpi jadi chef saja mahal banget! Unta berbicara harganya wajar, tapi mantan itu mencekik!"
Dia menelepon layanan pelanggan PMK.
"Halo, saya ingin mengajukan banding atas tagihan mimpi saya," kata Pak Toni. "Saya tidak mau membayar mimpi Romantis Cringe. Itu mimpi buruk!"
Petugas customer service menjawab datar, "Maaf, Bapak. Sistem kami mencatat Bapak mengeluarkan tawa dan tangisan emosional yang intens selama 15 menit. Itu menunjukkan tingginya keterlibatan Bapak pada konten. Kami tidak dapat membatalkan surcharge tersebut."
"Tapi saya tidak minta mimpi itu! Itu datang sendiri!"
"Kami tidak bisa mengontrol alam bawah sadar Bapak, kami hanya menyediakan platform dan menjaga kualitas narasinya," jawab petugas itu. "Saran saya, Bapak bisa mencoba paket Tidur Tanpa Mimpi bulan depan. Itu lebih murah, tapi risikonya Bapak hanya bermimpi tentang ubin kosong, dan biasanya itu menyebabkan migrain kronis."
Pak Toni terpaksa membayar. Mulai malam ini, dia memutuskan untuk mencoba mendengarkan ceramah ekonomi di podcast sebelum tidur, berharap itu akan memicu mimpi yang membosankan dan berbiaya rendah, seperti mimpi tentang spreadsheet Excel.