BAB 30

BAB 30: KULKAS PORTAL BIROKRASI

Rutinitas Yang Mustahil

BAB 30: KULKAS PORTAL BIROKRASI

๐Ÿ—“ 07 Jan 2026 ๐Ÿ‘ 1,098 Views
๐Ÿ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses

BAB 30: KULKAS PORTAL BIROKRASI

Membeli kulkas dua pintu merk "Dingin Abadi" adalah kesalahan terbesar dalam hidup Pak RT. Ternyata, kulkas itu adalah pintu gerbang menuju Birokrasi Dimensi Es.

Pak RT hanya ingin mengambil botol air dingin. Saat dia membuka pintu kulkas, dia tidak melihat rak telur atau sayuran. Dia melihat hamparan padang salju luas dan sebuah meja loket kayu yang dijaga oleh seekor Yeti (Manusia Salju) berkacamata tebal.

"Selamat siang," sapa Yeti itu dengan suara berat. "Ada keperluan apa memasuki Wilayah Kedaulatan Beku?"

Pak RT bengong. "Saya... saya cuma mau ambil air minum, Pak Yeti."

"Mengambil aset likuid?" Yeti itu membuka buku besar. "Apakah Bapak sudah mengisi Formulir Pengambilan Hidrasi Golongan C? Dan apakah Bapak punya Surat Kuasa dari pemilik freon?"

"Ini kulkas saya sendiri!" protes Pak RT. "Saya beli lunas di elektronik Glodok!"

"Kepemilikan di dimensi Anda tidak berlaku di yurisdiksi kami," jawab Yeti itu ketus. "Di sini, semua air dingin adalah milik Negara Es. Jika ingin mengambil, Bapak harus barter. Apa yang Bapak bawa?"

Pak RT merogoh saku celana pendeknya. "Saya cuma punya... permen karet sisa dan kunci motor."

Yeti itu mengamati permen karet dengan teliti. "Hmm. Rasa mint. Menarik. Kami suka mint. Nilainya setara dengan... setengah gelas air dingin."

"Setengah gelas?! Pelit amat!"

"Mau atau tidak? Antrean di belakang Bapak sudah panjang," kata Yeti sambil menunjuk ke belakang Pak RT. Pak RT menoleh dan kaget melihat ada penguin, beruang kutub, dan seorang eskimo yang entah bagaimana juga mengantre di dalam kulkasnya.

"Ya sudah, ya sudah! Ini permennya!" Pak RT melempar permen itu. Yeti menyerahkan setengah gelas air es.

Pak RT membanting pintu kulkas, kembali ke dapur rumahnya yang panas. Dia minum air setengah gelas itu dengan kesal. Dia bersumpah akan menjual kulkas itu besok dan ganti pakai termos es saja. Birokrasi manusia sudah cukup rumit, dia tidak butuh birokrasi makhluk mitologi hanya untuk melepas dahaga.

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G