BAB 32

BAB 32: GPS JALUR EMOSIONAL

Rutinitas Yang Mustahil

BAB 32: GPS JALUR EMOSIONAL

๐Ÿ—“ 09 Jan 2026 ๐Ÿ‘ 1,094 Views
๐Ÿ’Ž

Konten Premium

Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.

Masuk untuk Membeli Akses

BAB 32: GPS JALUR EMOSIONAL

Aplikasi peta di kota ini, BaperMaps, tidak mencarikan rute tercepat. Ia mencarikan rute yang paling aman bagi kesehatan mental penggunanya.

Sinta masuk ke mobilnya dan mengetik tujuan: "Kantor Pusat".

Suara asisten GPS yang terdengar seperti teman curhat yang protektif mulai berbicara. "Halo Sinta. Menghitung rute... Peringatan! Jangan lewat Jalan Mawar."

"Kenapa? Jalan Mawar kan paling cepat, cuma 15 menit," tanya Sinta sambil memasang sabuk pengaman.

"Di Jalan Mawar ada Warung Bakso Pak Kumis," jawab GPS itu. "Data historis menunjukkan, dua tahun lalu kamu sering makan di sana bersama mantanmu, Dodi. Algoritma mendeteksi ada peluang 89% kamu akan terkena serangan nostalgia akut jika melihat gerobak bakso itu, yang akan menyebabkan penurunan produktivitas kerja sebesar 40%."

Sinta terdiam. GPS itu benar. "Oke, kalau lewat Jalan Anggrek?"

"Jalan Anggrek juga zona merah," potong GPS. "Di sana ada toko sepatu yang sedang diskon 70%. Kondisi keuanganmu saat ini sedang kritis. Jika lewat sana, probabilitas kamu berhenti dan khilaf belanja adalah 99%. Ini akan memicu penyesalan pasca-beli dan stres akhir bulan."

"Terus aku lewat mana dong?!" seru Sinta kesal. "Masa aku nggak bisa ke kantor?"

"Rute aman yang disarankan: Lewat Jalan Tol Lingkar Luar, lalu masuk gang tikus di belakang kuburan," kata GPS tenang. "Jalannya jelek, macet, dan bau sampah. Tapi dijamin tidak ada kenangan mantan dan tidak ada godaan belanja. Kamu akan sampai di kantor dengan perasaan kesal pada macet, tapi emosimu stabil. Estimasi waktu: 2 jam."

Sinta membenturkan kepalanya ke setir. Dia tidak punya pilihan. Demi kewarasan hati dan dompet, dia harus menempuh jalan penderitaan fisik. "Baiklah, BaperMaps. Bawa aku ke jalan yang menyedihkan itu."

Bagaimana bab ini menurutmu?

Rate
← Bab Sebelumnya

Diskusi 0

G