Konten Premium
Bab ini khusus pembaca berbayar. Dukung penulis dengan membeli akses penuh.
Masuk untuk Membeli AksesBAB 40: KIAMAT YANG DITUNDA KARENA HUJAN
Hari yang ditakutkan akhirnya tiba. Menurut ramalan kuno dan kalkulasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kiamat), Akhir Zaman dijadwalkan hari ini, Jumat, pukul 14.00 WIB.
Warga kota sudah pasrah. Mereka berkumpul di lapangan terbuka, berpelukan, menunggu langit terbelah dan sangkakala berbunyi. Suasana hening dan mencekam.
Pukul 13.55, langit mulai gelap. Awan hitam bergulung-gulung. Kilat menyambar.
Pukul 14.00...
Tiba-tiba hujan turun. Bukan hujan api atau hujan batu, tapi hujan air biasa. Deras sekali.
Suara sangkakala terdengar sayup-sayup, tet-tet-tet... lalu berhenti. Bunyinya seperti trompet yang kemasukan air. Pret... srooot...
Lalu, sebuah suara announcer bergema dari langit, terdengar sedikit kesal dan ada suara kresek-kresek mikrofon yang basah.
"PERHATIAN KEPADA PENDUDUK BUMI. MOHON MAAF. ACARA KIAMAT HARI INI TERPAKSA KITA TUNDA."
Warga saling pandang, bingung. "Lho? Kenapa?" teriak seseorang.
"HUJANNYA DERAS BANGET, BRO," jawab suara dari langit itu jujur. "Pasukan Kuda Apokaliptik nggak mau keluar kandang. Mereka takut masuk angin. Sayap Malaikat Pencabut Nyawa juga jenisnya bulu angsa, kalau basah jadi berat, susah terbangnya. Nanti malah jatuh, malu-maluin."
"Terus kapan jadinya?!" tanya Pak RT yang sudah terlanjur membagikan nasi kotak perpisahan.
"Ya nunggu terang lah. Lihat prakiraan cuaca sih mungkin Selasa depan. Atau kalau nggak, habis Lebaran aja ya biar sekalian halal bihalal. Udah, bubar, bubar! Jemuran diangkat dulu gih."
Awan hitam perlahan bubar. Hujan mereda menjadi gerimis.
Warga kota mendesah kecewa bercampur lega. Mereka bubar dengan perasaan campur aduk.
"Hadeh, birokrasi langit sama aja kayak kelurahan," gerutu seorang bapak. "Mau kiamat aja banyak alasan. Padahal saya udah terlanjur ngaku selingkuh sama istri tadi. Matilah saya kalau kiamatnya batal."
Dan begitulah, kehidupan di kota aneh ini terus berjalan. Kiamat boleh tertunda, tapi cicilan panci dan drama tetangga jalan terus. Tidak ada yang benar-benar berakhir di sini, semua hanya masuk daftar tunggu (waiting list).